Episode 1, ada apa Kirana?


Kaki ini menginjakan dedaunan rumput kering, saat aku semakin menginjaknya rasanya semakin membuat telapak kaki terasa dingin. 

Tampa alas kaki aku berjalan kearah pinggir kolam renang tepat dibawah pohon besar yang daunnya sudah sering berjatuhan. 

Pohon itu besar sekali, mungkin umurnya sudah cukup tua. Banyak sekali dedaunan yang jatuh berserakan di tepi kolam sampai-sampai hingga memenuhi bagian atas air kolam. 

Kolam itu sudah cantik tetapi entah mengapa berkat adanya dedaunan yang mengambang diatas air kolam itu menjadi lebih cantik. Ditambah lagi ketika adanya sorotan lampu dari dasar kolam yang membuat air kolam itu seperti menyala, hidup. 

Akhirnya langkah kaki ini sampai pada tujuannya yakni di tepi kolam. Kubawa ragaku untuk duduk dengan perlahan serta tidak lupa pula untuk memasukan kedua kakiku hingga bawah lutut ke dalam air kolam. Rasanya dingin, tapi tenang. 

Aku melihat air...
Aku melihat dedaunan...
Aku melihat sekeliling...
dan Aku melihat langit... 

Seketika tubuh ini mulai terasa gusar dan kedinginan. Bagaimana tidak, saat ini tepat pukul 02.00 pagi dimana hawa embun memenuhi udara sekitar serta ditambah beberapa jam sebelumnya telah terjadi hujan lebat. 

Terlintas oleh pikiran, kenapa aku pergi kesini? 

Dengan telanjang kaki, baju yang kusut tidak karuan, serta raut wajah tampa ekspresi namun terasa sangat jijik pada dirinya sendiri. 

Ada apa, Kirana?

Komentar

Postingan Populer